Translate

Senin, 10 Agustus 2015

METODE PENULISAN



METODE PENULISAN

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti bersifat deskripstif karena penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dari satu variabel.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian yang ditunjukkan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetail disertai catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen.

Penelitian dilaksanakan di kawasan wisata Bendungan Wlingi Raya,Desa       Jegu,Kecamatan Sutojayan,Kabupaten Blitar. Pengambilan data penelitian dilakukan pada 23 Juni sampai 5 Juli 2015.

Populasi penelitian seluruh kawasan wisata Bendungan Wlingi Raya, sampel penelitian adalah taman Bendungan Wlingi Raya.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu penelitian kualitatif secara umum dengan teknik kuesioner, observasi, dan dokumentasi.



Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang akan dipilih dan digunakan peneliti dalam ketepatan pengumpulan data agar kegiatan tersebut sistemati dan lebih mudah. Instrumen yang digunakan sebagai berikut:
1.        Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan untuk merekam data kondisi kawasan Bendungan Wlingi Raya kemudian dianalisis secara deskriptif. Pengamatan kawasan Bendungan Wlingi Raya terdiri dari daya tarik, ketersediaan fasilitas, sarana prasarana, dan aksesbilitas menuju kawasan wisata Bendungan Wlingi Raya.
2.        Kuesioner
Isi dari kuesioner meliputi tentang data diri wisatawan, kepuasan pengunjung taman wisata Bendungan Wlingi Raya, dan gagasan perbaikan taman wisata Bendungan Wlingi Raya.
3.        Dokumentasi
Foto-foto keadaan kawasan Bendungan Wlingi Raya pada saat penelitian.

1.        Data kulitatif
Proses data kualitatif dengan cara menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu lembar observasi kondisi kawasan wisata Bendungan Wlingi Raya dan dokumentasi.
2.        Data kuantitatif
Kepuasan pengunjung dianalisis secara deskriptif berdasarkan data dari kuesioner yaitu dari frekuensi kemunculan deskriptor tersebut pada lembar kuesioner.

KESIMPULAN DAN SARAN



KESIMPULAN DAN SARAN

1.    Dalam penelitian ini, faktor-faktor pendorong pengembangan wisata Bendungan Wlingi Raya antara lain: lokasi yang strategis, potensi sumber daya alam yang melimpah, akses jalan yang mudah, dan keramahtamahan penduduk sekitar. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: kurangnya promosi wisata, kurangnya pengelolaan secara maksimal,minimnya atraksi yang ada, dan adanya pabrik beton yang mengurangi nilai keindahan.
2.    Strategi pengembangan wisata Bendungan Wlingi Raya yaitu dengan membuat wisata terpadu dan mengganti nama yang lebih menarik dan mempunyai nilai jual, yaitu Wisata Jepang Terpadu.
3.    Konsep wisata terpadu yaitu konsep pariwisata yang selaras dengan kaidah alam dengan membangun suatu pola relasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di antara setiap komponen pariwisata yang terlibat. Sehingga Bendungan Jepang Terpadu dapat dijadikan icon wisata di Kabupaten Blitar.

Beberapa saran yang dapat diajukan berdasarkan hasil penelitian ini adalah :
1.    Pemerintah Kabupaten Blitar perlu terus meningkatkan pelayanan  publik di daerah wisata seperti kebersihan, keamanan dan kenyamanan, serta pelayanan sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan.
2.    Untuk menunjang pengembangan obyek wisata, pembuatan taman terpadu perlu dilakukan guna manambah daya tarik wisatawan.
3.    Pemanfaatan teknologi informasi perlu ditingkatkan untuk mengenalkan dan
mempromosikan potensi-potensi wisata kepada masyarakat luas dan juga menarik pihak swasta untuk  berkontribusi aktif  dalam usaha peningkatan pariwisata di Kabupaten Blitar.

RENCANA ZONASI KAWASAN WISATA


PUNCAK ALA KOTA WLINGI



                                                         Puncak Ala Kota Wlingi

Weekend! Harinya para siswa libur sekolah! Setelah Senin hingga Sabtu tekun di perpustakaan, inilah saatnya untuk refreshing. *nom-nom*. Ini memang agenda yang saya buat supaya ngga spaneng dalam belajar. Hehe

Destinasi liburan kali ini berada di Kabupaten Blitar saja, nggak jauh- jauh, nama daerahnya adalah Wlingi. Disini ada desa namanya Ngadirenggo beberapa KM dari Wlingi kota. Asyiknya bisa dijangkau dengan kendaraan apapun.

Saya sudah lama pengen liburan ke Kebun Teh, pengen tau pucuk pohon teh itu kayak gimana, sepertinya saya terkena korban iklan teh. Hehe. Jadi, mumpung pas weekend, nggak ada kegiatan, saya dan teman saya pergi ke Sirah Kencong. Liburan ini semacam Go Show, kepikiran dan langsung berangkat. Kebun Teh merupakan peralihan destinasi liburan yang gagal. Awalnya mau naik ke Gunung Pegat, namun karena Pegat  merupakan tempat yang bisa dibilang mistis, maka kami mengurungkan niat tersebut.

Akhirnya, tercetuslah Kebun Teh Sirah Kencong sebagai destinasi pilihan. Kami berdua belum pernah sekalipun pergi  ke tempat ini, jadi bonek saja. Apalagi saya memang sengaja nggak bawa smartphone. Jadilah cara manual digunkan, yaitu bertanya. Tapi, sebenarnya tempat wisata agro ini nggak susah kok nyarinya. Banyak petunjuk arahnya, nggak mungkin nyasar.
Perkebunan ini berada di lereng barat daya Gunung Kawi pada ketinggian kurang lebih 100 M dari permukaan laut.
Untuk mencapai tempat ini bisa dijangkau dengan 2 jalur, jalur pertama melalui Kecamatan Wlingi ke arah Kecamatan Gandusari kemudian sampai di pasar semen belok kanan terus naik lewat perkebunan kawisari sampai kebun the Sirah Kencong. Jalan ini sudah dibuka seja dulu akan tetapi medan yang dilewati susah binggiittt, jadi bagi yang belum professional naik motornya gak usah coba coba dulu deh. Sedangkan jalur kedua melalu Kawedanan Wlingi ke kiri lewat desa tegal asri terus naik lewat pabrik susu sampai ke kebun the Sirah Kencong. Jalur yang kedua ini lumayan mulus, akan tetapi terdapat pemandangan yang menyayat hati.

Pembangunan kandang sapi milik sebuah pabrik susu terkenal ini ternyata memakan korban. Hutan di lereng gunung yang dulu membentang hijau sekarang…ah sudahlah kita move on. Akhirnya sampai juga di atas..
Namun,perjalanan yang melelahkan terbayarkan dengan keadaan alam Sirah Kencong yang sangat menkjubkan.WOW! 

Mulai dari bentangan kebun teh yang menghijau serta hutan  Sirah Kencong yang masih asri,menambah kesan alam yang begitu indah. Selain itu air sungai yang mengalir di perkebunan ini sangatlah bening dan dingin sehingga wisatawan ,termasuk saya ..heheheh... yang mengunjungi tempat ini akan merasakan kesejukan, kedamaian dan keindahan tanpa bosan. Perkebunan Bantaran PTPN XII juga menjajakan beberapa hasil produk unggulan tehnya sehingga wisatawan dapat membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang.
 Di kawasan ini, Anda juga bisa melihat langsung proses pengolahan daun teh yang hasilnya banyak diekspor ke luar Jawa Pengolahan tehnya sendiri melalui beberapa proses antara lain penerimaan pucuk teh, proses pelayuan, proses penggilingan, fermentasi, pengeringan, sortasi, pengepakan, dan pengiriman. Proses pengolahan teh ini dilakukan di pabrik teh peninggaalan zaman Belanda. Tak heran, banyak wisatawan yang betah berlama-lama di sini.

Saat matahari baru saja merekah, aktivitas para pemetik daun teh ini sudah dimulai. Eksotis, karena jarang bisa dijumpai di obyek wisata pada umumnya. Rencananya kawasan wisata Kebun Teh Sirah Kencong juga bakal dilengkapi gardu pandang. Dengan begitu, wisatawan lebih mudah melihat hamparan teh. Pemkab Blitar juga akan melengkapi Desa Ngadirenggo dengan homestay bagi pengunjung yang ingin menginap. Ini bukti,Sirah Kencong  tak semata jadi produsen daun teh. Tetapi juga sebuah lokawisata yang mengasyikkan dan punya fasilitas signifi kan.
Nah, kalau sedang berkunjung ke Wlingi, jangan lewatkan Perkebunan Teh Sirah Kencong ini. Sambil menikmati udara segar khas pegunungan, anda pun bisa mencicipi rasa teh hijau dari sumbernya. 
www.blitarkab.go.id